Perkuat Kerja Sama Agribisnis, Pertemuan ke-22 AWG Indonesia–Singapura Digelar di BRMP Mektan
Tangerang, 28/04/2026. Pertemuan ke-22 Agribusiness Working Group (AWG) Indonesia–Singapura kembali diselenggarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral di sektor pertanian antara kedua negara. Kegiatan ini berlangsung di BRMP Mektan Serpong dan dipanitiai oleh Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian.
Forum AWG merupakan wadah kerja sama strategis yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang secara rutin mempertemukan perwakilan Indonesia dan Singapura untuk membahas berbagai isu penting di bidang agribisnis.
Pada pertemuan kali ini, berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain fasilitasi akses pasar untuk komoditas peternakan dan hortikultura Indonesia, peningkatan investasi Singapura di sektor pertanian Indonesia, serta harmonisasi prosedur dan kebijakan perkarantinaan. Selain itu, agenda juga mencakup kegiatan business matching yang bertujuan mempertemukan pelaku usaha kedua negara, serta pembahasan Young Farmers Development Program sebagai langkah mendorong regenerasi petani dan penguatan sumber daya manusia di sektor pertanian.
Rangkaian kegiatan tidak hanya mencakup pertemuan pleno, tetapi juga diskusi mendalam antar Sub Working Group (SWG) yang membahas perkembangan, capaian, serta rencana tindak lanjut kerja sama di masing-masing bidang. Setiap kelompok kerja berperan dalam mengawal implementasi program yang telah disepakati sebelumnya, sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.
Pemilihan BRMP Mektan Serpong sebagai lokasi kegiatan mencerminkan peran fasilitas tersebut sebagai salah satu pusat pengembangan mekanisasi pertanian yang representatif dan mendukung pelaksanaan kegiatan berskala nasional maupun internasional. Selain menjadi tempat pelaksanaan, BRMP Mektan juga menjadi lokasi kunjungan lapangan (site visit) bagi delegasi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Melalui pertemuan ini, kedua negara diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan global di sektor pertanian, termasuk peningkatan daya saing produk, efisiensi sistem produksi, serta penguatan rantai pasok agribisnis.
Kementerian Pertanian melalui Biro Kerja Sama Luar Negeri juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kerja sama internasional yang produktif dan berkelanjutan, guna memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor pertanian nasional.
Ke depan, hasil dari pertemuan AWG ke-22 ini diharapkan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh masing-masing pihak, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan investasi, perluasan akses pasar, serta pengembangan inovasi di sektor pertanian Indonesia. (TS/AIA)